Kapoldasu : Begal dan Narkoba Masalah Sosial, Harus Diperangi Bersama

KABARHUKUM-Medan | Kasus begal dan peredaran narkotika sangat erat kaitannya antara satu dan lainnya.

Hal tersebut dikatakan Kapolda Sumut, Irjend Pol Paulus Waterpauw ketika didaulat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar group wartawan Turn Back Hoax, Selasa, (17/10/2017) di restaurant, JM Bariani House, Jalan Pemuda Nomor 18 Medan.

Dalam diskusi yang digelar sebagai ajang silaturahmi mengetengahkan tema “Mari Bersama – sama Perangi Curas dan Narkoba” tersebut, Kapolda Sumut menampung aspirasi dan keluhan semua steakholder yang hadir dalam kegiatan itu. “Saya sudah tegaskan bahwa pelaku begal harus ditindakan tegas,” ujar Kapolda Sumut, Irjend Pol Paulus Waterpauw.

Waterpauw menerangkan, bahwa narkoba merupakan musuh kita bersama yang harus sama – sama pula diperangi. “Indonesia saat ini darurat narkoba. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi narkoba juga kejahatan curat, curas dan curanmor. Sebab, begal dan narkoba sangat erat kaitannya,” terang alumnus Akpol tahun 1987 ini.

Paulus mengungkapkan, berbagai faktor penyebab maraknya aksi kejahatan itu tidak terlepas dari persoalan sosial hingga anak – anak muda bisa terjerumus dalam tindak kejahatan dan narkotika. “Faktor pendidikan serta minmnya kesempatan kerja membuat anak – anak muda gampang terjerumus dalam tindak kejahatan,” ungkap Waterpauw.

Lebih lanjut dijelaskannya, keterkaitan antara begal dan narkoba tidak dapat dipungkiri. Karena, para pelaku kejahatan melakuakan aksinya untuk memperoleh kebutuhannya akan narkoba. “Para pelaku begal melakukan aksinya untuk mendapatkan uang guna membeli narkoba. Ini artinya, satu sama lain saling berkaitan,” jelas mantan Kapolda Papua ini.

Oleh sebab itu, Paulus menegaskan, pihaknya tidak akan main – main dan selalu menindak tegas pelaku tindak pidana narkotika, mulai pengecer, pengedar dan bandarnya seseuai komitmen kami. “Kami akan menindak tegas pelaku kejahatan narkoba secara menyeluruh sesuai komitmen kami bersih – bersih ke dalam dan hajar keluar,” tegas orang nomor satu di Mapolda Sumut ini.

Begitupun, Kapolda juga meminta dukungan dari semua pihak, terutama dari rekan – rekan media agar bersama – sama memelihara serta mewujudkan situasi yang aman dan damai, dengan menyajikan pemberitaan yang positif kepada masyarakat. “Polda Sumut meminta dukungan dari semua pihak, terlebih rekan – rekan media. Karena itu, Saya sangat senang diselenggarakannya acara ini, sehingga Saya dapat mendengarkan saran dan keluhan dari masyarakat guna meningkatkan kinerja Polda Sumut dalam mewujudkan Sumatera Utara aman, damai dan kondusif,” pintanya

Sebelumnya, dalam kesempatan tersebut, ketua PWI Sumut serta perwakilan masyarakat menyampaikan saran dan harapan mereka kepada Polda Sumut terkait situasi dan kondisi wilayah Sumut saat ini termasuk maraknya peredaran narkotika dan aksi kejahatan jalanan.

Pantauan di lokasi, turut hadir mendamping Kapolda Sumut seluruh pejabat Utama Polda Sumut, Kapolrestabes Medan, Kapolsek sejajaran Polrestabes Medan. Selain itu, tampak hadir di anggota DPRD Sumut, Burhanuddin dari F- PKS, anggota DPRD Kota Medan, Boydo HK. Panjaitan, Ketua PWI Sumut, H. Hermansjah, dan beberapa pimpinan redaksi media cetak dan media online serta wartawan dan ratusan hadirin lainnya.

Tidak sampai di situ, dalam diskusi ini juga hadir mantan pelaku begal sebagai nara sumber yang mengisahkan awal mula dia bisa terlibat dalam kejahatan serta bagaimana cara kerja mereka. (*)

Laporan: Adek Siahaan

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*