Rayakan Milad ke-18, Tesis UMSU Gelar Seminar “Kesenian Teater dalam Konteks Muhammadiyah”

Dalam rangka memperingati miladnya yang ke 18, Teater Sisi UMSU menggelar Seminar dengan tema 'Kesenian Teater dalam Konteks Muhammadiyah' dengan pembicara Yondik Tanto dan Fadmin Prihatin Malau, Selasa (17/102017) di Auditorium Kampus UMSU Medan.

KABARHUKUM-Medan | Teater Sisi (Tesis) kini berusia 18 tahun. Dalam rangka memperingati miladnya, teater mahasiswa yang didirikan 2 Oktober 1999 oleh sejumlah aktivis mahasiswa, seperti Budi AU, Muhayat Pradipta dan Jauhar Abdillah mengadakan Seminar dengan tema “Kesenian Teater dalam Konteks Muhammadiyah” dengan pembicara Yondik Tanto dan Fadmin Prihatin Malau Selasa 17 Oktober 2017 di Auditorium Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan.

Yondik Tanto seorang teaterawan Sumatera Utara menuturkan, kehadiran teater kampus sebagai pilar kemajuan teater di Indonesia sebab kolaborasi dunia akademis dengan teater satu kesatuan dalam membangun pendidikan berkarakter.

Rasa optimis bahwa keberadaan teater kampus mendukung dari keberhasilan pendidikan dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi. Untuk itu saat ini kehadiran teaater kampus diberbagai Universitas di Indonesia membuka wawasan dalam berkesenian, khususnya kesenian teater.

Berteater itu katanya memanusiakan manusia sehingga memiliki karakter yang baik dalam kehidupannya, tidak ada yang salah maka diharapkannya, kehadiran teater kampus menjadi yang terdepan dalam perteateran di Indonesia sebab memiliki manajemen yang lebih solit dan terus berjenjang dari periode ke periode. Berbeda dengan teater lain selain teater kampus. “Manajemen teater harus lebih baik pada teater kampus,” katanya.

Dijelaskannya apa itu teater dan mengapa orang berteater serta memiliki hubungan yang erat dengan dunia pendidikan tinggi di kampus. Ia berharap kedepan teater Sisi lebih apresiatif lagi sehingga memberikan yang terbaik dan menjelaskan kepada masyakat bahwa teater itu indah. Teater sendiri katanya berasal dari kata theatron (Yunani, tempat untuk menonton). Proses penyajian, pementasan dilakukan agar mendapat pemahaman dari public dan audience.

Sedangkan Fadmin Prihatin Malau menegaskan berdasarkan Keputusan Munas Tarjih ke 22 tahun 1995 di Banda Aceh ditetapkan bahwa karya seni hukumnya mubah (boleh) selama tidak mengarah atau mengakibatkan fasat (kerusakan), dlarar (bahaya), isyyan (kedurhakaan), dan ba’id ’anillah (terjauhkan dari Allah), maka seni dan budaya di Muhammadiyah harus sejalan tuntunan Tarjih.

Kemudian Fadmin Prihtin Malau, Sekretaris Majelis Kebudayaan PW. Muhammadiyah Sumatera Utara periode 1990 – 1995 mengatakan Muktamar Muhammadiyah ke-42 di Yogyakarta, (KH. Ahmad Azhar Basyir (1990-1995) Majelis Kebudayaan berdiri sendiri lepas dari Majelis Pendidikan dan Kebudayaan.

Konsep itu katanya sejalan sebab seni bagian dari budaya manusia. Seni bersentuhan dengan hati. Agama Islam mengajarkan manusia membersihkan hati. Jagalah hati agar selamat dunia dan akhirat. Melalui seni dan budaya membangkitkan seorang hamba lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Namun, ditegaskan Fadmin dalam pandangan Muhammadiyah aktivitas kesenian harus berlandaskan nilai-nilai ke-Islam-an sebab Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman 8 Dzulhijjah 1330 atau 18 November 1912 di Yogyakarta oleh K.H Ahmad Dahlan berlandaskan Alqur’an dan Sunnah Rasul.

Dalam kehidupan Seni Budaya dapat merespon terhadap perkembangan seni budaya yang kontemporer.Seni dan Budaya merupakan penjelmaan rasa keindahan dalam diri manusia yang merupakan salah satu fitrah yang harus dipelihara dan disalurkan dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran Islam.

Ketua panitia Yassir Maulana mengatakan seminar diadakan dalam Milad ke-18 Teater Sisi UMSU Medan. Selain pada peringatan 18 tahun teater Sisi juga diisi dengan pementasan Teater Sisi, pertemuan teater kampus sekota Medan dan penampilan Teater Benih Surabaya.

Hadir para pendiri teater Sisi UMSU Medan, Budi UA, Pembina UKM Teater Sisi UMSU. Agung Saputra, MAP, Ketua UKM Teater Sisi UMSU, Rono Sanjani Azli dan para pekerja seni, para mahasiswa UMSU Medan dan para siswa SLTA (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*