Soal Penggunaan Istilah Pribumi, PWNU Jakarta Bela Anies

Ketua Panitia Hari Santri Nasional yang juga Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Munahar Muchtar (kanan) didampingi jajaran Pengurus Wilayah Nadlatul Ulama (PWNU) menggelar konferensi pers Hari Santri Nasional 2017 di Balai Kota Jakarta Barat, (Foto: Republika.co)

KABARHUKUM- Jakarta | PWNU DKI Jakarta mendukung istilah Pribumi yang dipakai oleh Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua Panitia Kirab Hari Santri Nasional 2017 yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Munahar Muchtar sambutannya ketika mengunjungi Pondok Pesantren Az-Ziyadah, Klender Jakarta Timur, Sabtu (21/10).

“Artinya apa? Jangan sampai Jakarta dijajah kedua kalinya. Maka itu santri dan ponpes adalah benteng untuk menjaga NKRI,” katanya disambut tepuk tangan santri Az-Ziyadah.

Munahar menambahkan Pribumi adalah kalimat menjaga wilayah dan daerah masing-masing. “Ada yang di Jakarta, Sumatera, dan seluruh Indonesia sebagai pribumi Indonesia untuk jaga NKRI, NKRI jangan sampai diambil oleh orang-orang asing. Apalagi dibeli oleh asing,” ujar Munahar.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*