Tiga Wanita Muda Korban Traficking Kembali Diselamatkan Polisi

Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajali, SIK

KABARHUKUM-Medan | Subdit IV/ Renakta Ditreskrimum Poldasu, Rabu, (25/10/2017) pagi kembali berhasil menyelamatkan tiga wanita muda yang akan dikirim ke Malaysia.

Ketiganya diamankan dari Bandara Kualanamu Internasional Airport sesaat hendak bertolak ke negeri jiran itu.

Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajali, SIK yang dikonfirmasi Rabu, Sore sekira pukul 16.00 WIB membenarkan adanya korban traficking yang diamankan pihaknya. “Benar. Petugas kita ada mengamankan tiga orang wanita yang akan dijual ke Malaysia di Bandara KNIA,” ujar Kombes Pol Andi Rian.

Lanjut dijelaskannya, guna mengungkap kasus, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap korban dan memburu agen yang akan menjual mereka. “Sekarang lagi pengembangan untuk memburu agency di Jakarta yang akan menjual mereka,” jelas mantan Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan ini.

Namun begitu, orang nomor satu di Ditkrimum Polda Sumut ini belum bisa menyampaikan identitias ketiga wanita muda itu karena statusnya dinilai sebagai korban. Tetapi yang jelas, Andi menyebutkan, terungkapnya kasus perdagangan perempuan itu setelah petugas bandara merasa curiga karena ketika nama ketiga korban dipanggil untuk masuk ke pesawat, para kornba tidak bergegas masuk. Padahal, sudah berulang kali nama mereka dipanggil supaya masuk ke pesawat tapi mereka tidak masuk juga. “Apakah mereka mendengar panggilan atau karena mereka takut berangkat, kita tidak tahu. Kita masih periksa mereka,” sebut Andi.

Berdasarkan kecurigaan itulah, Andi menerangkan, ketiganya diamankan. Saat diinterogasi mereka mengaku mau dipekerjakan di Malaysia. “Namun ketika diminta Visa keberangkatan kerja, mereka tidak bisa menunjukkannya. Bahkan mereka mengaku semua dokumen keberangkatan ditangan agency yang mereka sedang tunggu,” terangnya sembari mengatakan langsung memboyong para korban ke Mapolda Sumut setelah beberapa jam menunggu kedatangan agency.

Selain itu, Andi mengungkapkan, persoalan terkait hal ini merupakan masalah yang pelik. Di samping persoalan ekonomi dari para calon TKI, pihaknya juga hanya bisa mendata agency yang terdaftar. “Sedangkan rata – rata TKI yang bermasalah ini diberangkatkan oleh agency liar atau tidak terdaftar,” ungkapnya.

Begitupun, kata Andi, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan semua pihak terkait. “Koordinasi sejauh ini sangat baik. Namun persoalan ini bermula dari kita, yaitu di hulu. Mulai dari pengurusan dokumen, KTP Kartu Keluarga dan Pasport,” tandasnya.

Sebelumnya, polisi juga berhasil menyelamatkan lima calon TKI yang akan diberangkatkan secara non – prosedural di Bandara KNIA pada Jumat, (6/10/2017) lalu. Dalam kaitan itu, polisi berhasil mengamankan satu tersangka yang mengantarkan TKI ke bandara. Selanjutnya, polisi yang melakukan pengembangan kembali berhasil mengamankan dua orang tersangka dan menyelamatkan dua lagi TKI yang disekap dari rumah seorang tersangka di kawasan Delitua. Begitupun, hingga kini polisi masih memburu dua tersangka lagi termasuk otak pelaku perdagangan manusia tersebut.(*)

Laporan: Adek Siahaan

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*