Protes Rehabilitasi Ketua DPRD Palas, Mahasiswa Demo BNN Sumut

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN - P) Sumut, Jalan Williem Iskandar, Jumat, 27/10. (foto:tribunmedan)

KABARHUKUM-Medan | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNN – P) Sumut, Jalan Williem Iskandar, Jumat (27/10/2017).

Aksi unjuk rasa tersebut digelar mahasiswa menyusul kasus lepasnya Ketua DPRD Palas dari jeratan hukum, usai terjaring razia di lokasi hiburan malam pada Minggu, (22/10/2017) pekan lalu. “Kami menilai, rehabilitasi terhadap Ketua DPRD, Sekwan dan Staff hanya akal – akalan belaka. Sebab, mereka saat ini telah menghirup udara bebas. Padahal, hasil tes urine, mereka bertiga positif menggunakan narkotika,” kata Kennedi Siregar, koordinator aksi dalam orasinya.

Dijelaskannya, terkait kasus ini, muncul persepsi negatif terhadap kinerja BNN – P Sumut dan Polrestabes Medan terutama dalam pemberantasan narkotika. Karena, tiga oknum pejabat palas dan 80 orang yang terjaring razia gabungan tidak dilakukan penahanan setelah terbukti memakai narkoba. “Kami memandang lepasnya Ketua DPRD Palas dan rekan – rekannya oleh BNNP Sumut bentuk ketidakadilan terhadap masyarakat. Karena para pejabat ataupun wakil rakyat bisa lolos dari jerat hukum dan kini dapat menghirup udara bebas tanpa menjalani proses hukum,” kesalnya yang mengaku kecewa atas penindakan kasus narkoba di Sumatera Utara.

Menjawab itu, Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Andi Loedianto, mengatakan BNNP Sumut tidak melakukan penglepasan terhadap Ketua DPRD Palas dan 80 pengunjung hiburan malam yang positif mengonsumsi narkotika. “Tidak ada dilepas. Ketua DPRD beserta 80 pengunjung lainnya yang positif narkoba saat ini tengah menjalani rehabilitasi,” katanya saat menemui pengunjuk rasa.

Lebih lanjut diungkapkan Andi, para pengunjung yang positif menggunakan narkotika yang menjalani rehabilitasi tetap dalam pemantauan dari BNNP. “Mereka tetap dalam pemantauan kita. Tidak ada itu dilepas. Mereka kita kenakan wajib lapor dan menjalani pemeriksaan sekali seminggu hingga benar – benar bersih dari narkoba,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Palas, Syahwil Nasution bersama Sekwan H Panguhum Nasution dan Kasubbag Humas dan Protokol DPRD Palas, Rikmad yang terjaring razia narkoba di Diskotik Delta Jalan Juanda Medan hanya menjalani rehabilitasi.

Padahal, mereka positif menggunakan narkotika setelah dilakukan tes urine. Oleh sebab itu, mahasiswa melakukan protes dengan menggelar unjuk rasa.

Laporan: Adek Siahaan

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*