Kalah Saing, Suzuki Angkat Kaki dari China

Pasar mobil yang sangat besar di China menjadi salah satu faktor kemacetan di China. (foto: huffingtonpost)

KABARHUKUM-Shanghai | Suzuki Motor Corp menyatakan berhenti dari pasar China. Suzuki mengakui, para pembuat mobil asing yang berada di pasar China, berada di bawah tekanan yang meningkat dari pabrikan China. China sendiri merupakan pasar mobil terbesar di dunia.

Selain itu, Suzuki kelihatan tak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan selera di China, yang berpindah haluan dari model compact cars (mobil-mobil berukuran kecil) yang menjadi fokus utama Suzuki. Pasar China kini lebih menyukai mobil-mobil berbadan lebih besar.




“Sekitar 25 tahun yang lalu, kami meluncurkan Alto di China, dan sejak itu kami telah melakukan banyak upaya dalam membudidayakan pasar China,” kata Chairman Suzuki, Osamu Suzuki pada Rabu (5/9/2018) di Shanghai, China, seperti dikutip dari Wall Street Journal¬†pada Selasa, (4/9/2018) kemarin.

Suzuki kemudian menjual 50% saham kepada mitra mereka di China, Chongqing Chang’an Automobile Co. “Kami telah memutuskan untuk mentransfer semua ekuitas ke Chang’an Automobile,” kata Suzuki.

Pada 2014, Suzuki menjual lebih dari 266.000 mobil di China. Namun, pada 2017, terjadi penurunan tajam hingga penjualan mereka hanya menyentuh angka 119.000 kendaraan. Merek asing memang mengalami tekanan yang sangat kuat di pasar China, tidak hanya merek Suzuki.

Penjualan Ford Motor Co. di China juga turun 25% pada semester pertama tahun 2018. Sedangkan merek Eropa dan Korea juga telah kehilangan pangsa pasar. Para analis memerkirakan, Suzuki bukan merek terakhir yang akan menyerah di pasar China.

Janet Lewis, Direktur Pelaksana MacquarieCapital Research, meramalkan, persaingan itu juga dipengaruhi faktor peningkatan kualitas merek lokal China. “Ini termasuk Hyundai / Kia, Peugeot, Citroen, Chevrolet dan Ford,” kata Janet menyebut merek asing yang juga mengalami tekanan hebat di China.

Untuk diketahui, sebelumnya Fiat Chrysler Automobiles Co baru-baru ini lebih dulu menarik merek Fiat dari pasar China.

Pernyataan Suzuki di atas, diamini Jeff Cai, General Manajer JD Power China. Dia mengatakan, Suzuki terlalu lambat untuk memenuhi tuntutan pelanggan untuk pembaruan model. “Tidak ada model baru yang diluncurkan sementara pesaing, terutama merek domestik, sudah meluncurkan beberapa,” komentar dia.

Keluar dari China membuat Suzuki akan kembali fokus ke pasar India yang menjadi pasar terlaris mereka. Di sana, mereka telah membuat perusahaan patungan yaitu Maruti Suzuki India Ltd. (*)

ARTIKEL TERKAIT