Malam ini Sejumlah Aktivis Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Ratna Sarumpaet

Prabowo Subianto, Amien Rais dan Fadli Zon menjenguk Ratna Sarumpaet di kediamannya.

KABARHUKUM-Jakarta | Sejumlah tokoh dan aktivis bakal menggelar aksi solidaritas atas peristiwa dugaan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Aksi itu juga digelar untuk menyerukan kebebasan berpendapat dan demokrasi.

Kepada media aktivis reformasi Hariman Siregar mengatakan, rencana aksi itu bersifat spontan di antara kawan-kawan dekat Ratna.

“Semua spontan, ya sudah nanti kita ramai-ramai datang. Saya merasa enggak benar itu pemukulan, ngapain,” ujar Hariman Selasa  (2/10/2018).

Rencana aksi ini muncul selang beberapa jam sejak mencuatnya kabar dugaan pemukulan yang menimpa Ratna. Aktivis yang gencar menyuarakan gerakan #2019GantiPresiden itu dikabarkan dipukuli oleh orang tak dikenal saat berada di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September lalu.

Dalam undangan yang beredar di kalangan wartawan, publik yang akan mengikuti aksi diminta berkumpul di Dunkin Donuts Menteng, Jakarta Pusat pada pukul 19.00 WIB nanti. Ada sejumlah tokoh disebutkan bakal hadir, di antaranya Gde Siriana, politikus Partai Hanura Ariadi Ahmad, politikus Partai Nasdem Kisman Latumakulita, Direktur Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan, dan politikus Partai Gerindra Iwan Sumule, mantan akademisi UI Rocky Gerung, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri dan eks politikus Partai Amanat Nasional Hatta Taliwang.

Lebih lanjut Hariman mengatakan, aksi nanti malam bertujuan menunjukkan dukungan publik untuk Ratna secara khusus, dan terhadap demokrasi di Indonesia pada umumnya. Sebab, banyak pihak menduga insiden yang menimpa Ratna terkait dengan aktivitasnya selama ini mengkritik pemerintah.

Hariman menegaskan, demokrasi hanya bisa berjalan jika ada penegakan hukum (rule of law), kekuatan kelompok sipil (civil society), pers yang bebas dan tidak memihak, dan partai politik yang bersih. “Hari ini kita akan menunjukkan kita bagian dari civil society itu lho. Itu aja, enggak ada lain. Kampungan lah cara-cara (pemukulan) ini,” katanya. (*)

ARTIKEL TERKAIT