Pasca MTQ Nasional, Cipayung Plus Kota Medan Beri Rapor Merah kepada Pemko Medan

Potret salahsatu sudut kota Medan yang tergenang banjir. (Foto: Sipayo)

KABARHUKUM-Medan | Seminggu pasca terselenggaranya MTQ Nasional dimana Medan sebagai tuan rumah menuai kecaman dari mahasiswa. Mahasiswa menilai Pemko Medan tidak serius menjamu tamu-tamu dari seantero nusantara.

“Bagaimana mungkin tamu-tamu kita diperhadapkan pada banjir dimana-mana, kemacetan yang luar biasa, dan kurang kondusifnya Kota Medan ini,” ujar Ali Rahman Sihombing, Ketua PC PMII Medan, Rabu (24/10/2018)

Pernyataan ini disampaikan di sela-sela kegiatan Masa Perkenalan GMKI Medan, dimana Ketua-ketua Cipayung Plus Kota Medan hadir sebagai pemateri, Kamis (18/10), di Sekretariat GMKI Medan, Jalan Iskandar Muda No 107 A.

Senada dengan itu Ahmad Bayu Nugroho, Ketua PC IMM Medan, menyatakan ketidaklayakan Kota Medan sebagai Tuan Rumah even nasional.  “Terus terang harus kita akui bahwa saat ini Kota Medan tidak siap untuk menyelenggarakan even-even bertaraf nasional. Dari segi infrastruktur kita sangat jauh dari kata layak untuk even sekelas itu. Belum lagi kinerja Pemko Medan sebagai Tuan Rumah yang tidak becus. Ini sangat memprihatinkan mengingat Kota Medan sebagai salah satu kota metropolitan,” tutur Bayu.

Hendra Manurung, Ketua GMKI Medan menyatakan, bahwa sejak Walikota dan Wakil Wali kota Medan dilantik belum menunjukkan kinerja yang maksimal. “Jargon Medan Rumah Kita hanya bualan semata. Yang ada Medan Rumah Rongsok,” ucapnya.

Setahun yang lalu, Oktober 2017, Presiden RI Jokowi datang ke Medan , ia menegur Walikota Medan terkait banyaknya jalan berlobang di kota Medan hingga Jokowi mengeluarkan kata kata; “Segera Kerjakan jalan itu atau  saya yang akan kerjakan”. Kemudian hal itu disambut Walikota Medan dengan janji akan segera mengerjakan teguran Jokowi tersebut.

“Namun realitasnya nol besar,” ucap Syam Jafba, Sekjend GMNI Medan.

Belum lagi di acara yang besar, acara Nasional, Medan Sumatera Utara tuan rumah MTQ Nasional ke XXVII 2018, dihadapkan dengan banjir dan banyaknya genangan air dimana mana, baru sibuk kembali mengurusi parit dan drainase. “Kenapa harus terjadi dulu baru bertindak, bukan kah lebih baik bertindak dahulu sebelum terjadi,” sambung Ilham Fauzi Munthe, Ketua HIMMAH Medan.

Jajran Pimpinan Organisasi Kemahasiswan yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan.

Ditambahkan oleh Ketua PMKRI Medan Ambrin Simbolon bahwa kondisi jalan-jalan di kota Medan saat ini sangat memprihatinkan. Saya juga berkeliling di jalan-jalan Kota Medan, banyak saya temukan galian-galian drainase yang tanahnya ditumpuk di pinggir pasar jalan raya, yang mengakibatkan macat, jorok, abu banyak,” ucapnya.

Ketika ditanyakan apa langkah mahasiswa kedepan, para Pimpinan Organisasi Mahasiswa Kota Medan ini kompak menyerukan evaluasi kinerja Pemko Medan. “Tunggu saja, kami semua yang hadir disini sudah sepakat untuk melakukan sebuah studi mengenai Evaluasi Kinerja Pemko Medan. Studi ini akan kami suarakan melalui mimbar jalanan di Hari Sumpah Pemuda nanti, supaya seluruh rakyat Kota Medan tahu bahwa Walikota dan Wakil Walikota Medan tidak becus,”   ujar Hadi Mansyur Perangin-angin, Ketua PD KAMMI Medan.

“Jadi tunggu saja, kami mahasiswa yang terhimpun dalan Kelompok Cipayung Plus Kota Medan akan datang menemui Walikota terhormat, menyampaikan aspirasi masyarakat Kota Medan tercinta ini,” sahut Astrada Sitorus, Ketua GPII Medan seraya menutup pernyataan sikap mahasiswa tersebut.

ARTIKEL TERKAIT