Kawal RUU Pertembakauan, Cukai Tembakau Mencapai Rp300 Triliun

Petani tembakau. [foto: net]

KABARHUKUM-Jakarta | Masyarakat harus mengawal Rancangan Undang-undang Pertambakauan yang sedang dibahas di DPR. RUU ini cukup penting karena cukai tembakau menyumbang sekitar Rp300 Triliun ke kas negara. Selain itu, kesejahteraan petani dan komoditas tembakau juga menjadi hal penting lainnya.

Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengatakan, petani tembakau sudah terbukti memiliki kontribusi besar bagi penerimaan negara. Kontribusi penerimaan negara dari hasil tembakau dalam bentuk cukai adalah Rp150 triliun per tahun, ditambah pajak sekitar Rp200 triliun. “Ini artinya lebih dari Rp300 triliun dari tembakau untuk negara,” ujar Misbakhun dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (15/1/2019), seperti dikutip dari situs antara.




Misbakhun menambahkan, saat ini penerimaan negara dari cukai dan pajak rokok dialokasikan untuk menutup defisit BPJS Kesehatan, gaji guru, tentara, perawat, dan dokter. “Namun, sampai saat ini belum ada undang-undang yang secara khusus mengatur tembakau sebagai komoditas,” katanya.

Tembakau sebagai hasil produk pertanian agrikultur juga berpotensi mengalami jatuh harga, sehingga harus ada upaya menjaga tembakau sebagai komoditas. Karena itu, dia mengusulkan agar dalam RUU Pertembakauan juga mengamanatkan pembentukan tim penentu harga, yang anggotanya dari unsur pemda, asosiasi petani tembakau, dan pabrikan atau pengusaha rokok.

“Nanti akan dicarikan mekanisme penetapan harga tembakau sehingga stabil. Sering kali para tengkulak memesan tembakau terlebih dahulu sebelum dipanen sehingga harganya di tingkat petani jatuh,” kata dia.

Jika RUU Pertembakauan sukses, mkaa akan bisa memberikan titik cerah bagi nasib petani, karena ada pengaturan tentang bagaimana petani bisa mendapatkan akses terhadap bibit, sarana alat, dan ketersediaan pengairan yang baik. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*