Pengamat Kritik Pidato Prabowo Kebanyakan ‘Akan’, Ini Tanggapan JS Prabowo

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin 14/1/2019. (Foto:Berita Satu)

KABARHUKUM | Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengkritik gaya  dan isi pidato Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto yang katanya masih kurang tajam dan masih kebanyakan ‘akan’.

“Ketebak isinya, masih kebanyakan ‘akan’. Bila saat debat isinya masih seperti pidato tadi, makanan empuk bagi kubu Jokowi,” jelas Hendri seperti dipublis Republika.co.id, Senin (14/1).




Mengomentari penilaian pengamat tersebut,  Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo (JS Prabowo) melalui akun twitternya @marierteman  yang diposting   pukul 07.22 – 15 Jan 2019  mengatakan: “Pidato Kebangsaan Prabowo masih kebanyakan AKAN, sebaliknya mereka memang TELAH TERBUKTI TIDAK BISA menepati janjinya”.

Komentar mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (2011-2012)  itu langsung mendapat tanggapan dari ratusan netizen yang komentar dan retweet.

Diantara komentar yang menarik datang dari akun aan best (@aanbest1) yang mengatakan: “Di negeri ini pengamatnya aneh2, orang yang belum berkuasa atas kebijakan dimintai komitment nya….tapi org yg sdh berkuasa hanya perkara membangun bangunan yang terlihat dibilang sdh berhasil, sungguh ironis keberhasilan hanya diukur dgn bangunan….”

Komentar lain yang tak kalah menggelitiknya dilontarkan depedoank (@depedoank); “Akan karena memang belum dilakukan, tentu nanti beda jika beliau sudah memimpin. sekalipun saya mendukung, saya akan tetap tagih janjinya..” (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*