Rocky Gerung: Pendiri Bangsa Ajari Kita untuk Berpikir Kritis, Bukan Jadi Bangsa Penghapal

Rocky Gerung

KABARHUKUM-Medan | Dalam lawatannya ke Kota Medan Sumatera Utara, Pengamat Politik Rocky Gerung menyempatkan diri singgah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Di hadapan  ratusan mahasiswa yang memadati Auditorium Pascasarjana UMSU, pengamat politik yang dikenal sangat vokal mengkritisi rezim Jokowi-JK ini  tampil antusias memberikan pencerahan tentang pentingnya  merawat akal-sehat untuk kemaslahatan bangsa.

“Bertumbuhlah pikiran di atas dasar tradisi akademik,” ujarnya di Aula Pascasarjana UMSU, Jl Denai 217 Medan, Rabu (23/1/2019).




Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa tugas utama Negara itu adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi sayangnya, kata Rocky Gerung, tidak ada  pedagogi yang ditunjukkan  tradisi politik dan kekuasaan di negeri ini. Justru ia melihat yang mencolok terlihat itu adalah demagogi, yakni mengajarkan tradisi menghapal. Misalnya menghapal nama-nama ikan.

“Pada hal para pendiri bangsa ini mengajarkan kita untuk berpikir kritis, bukan jadi bangsa penghapal,” tegasnya.

Menurutnya, generasi milenial sekarang dan kedepan hanya bisa dirawat oleh pikiran kampus. Kampus bukan cuma tempat untuk mendidik orang untuk berpikir teoritis dan metodis, tapi juga seharusnya mengajari orang untuk berani “menggeleng”.

“Menggeleng maksudnya punya nyali tuk mengkritisi bahkan menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan akal sehat,” sebutnya.

Kemudian ia juga mengapresiasi konsisitensi Muhammadiyah dalam merawat akal sehat bangsa ini lewat lembaga-lembaga pendidikan yang dimilikinya.  Menurutnya, tak bisa dibantah, bahwa Muhammadiyah telah berbuat banyak membangun tradisi akal sehat untuk republic ini. “Bahkan jauh sebelum Negara ini merdeka,” katanya. (*)

 

 

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*