Medan Masih Rawan Banjir, Manfaat Proyek Drainase Dipertanyakan

KABARHUKUM-Medan | Meskipun proyek perbaikan drainase di Kota Medan sudah di lakukan sejak Tahun 2018 lalu, namun seakan tidak bermanfaat. Terlihat masih saja ada banjir di sejumlah badan jalan saat turun hujan.

Baru saja di guyur hujan lebat sebentar , terlihat Rabu (30/1/2019), beberapa ruas badan jalan di kota Medan tergenang air, di antaranya Jalan Merak Jingga, Jalan Sei Deli dan Jalan Gatot Subroto mengarah ke patung Guru Patimpus.




Dari pantauan kabarhukum.com, dampak banjir ini ternyata bukan saja dirasakan oleh para pengguna jalan, tetapi juga oleh pelaku usaha yang terkena dampak banjir tersebut.

Seperti pelaku usaha warung Joko Solo yang terdapat di jalan Merak Jingga, dimana terlihat lokasi warung terendam air sedalam diatas mata kaki.

Hal itu menyebabkan pengunjung yang kebetulan sebelumnya sudah ada di warung tersebut mengeluh, sambil menikmati makanan terpaksa kaki mereka harus diangkat ke atas bangku agar tidak terkena air banjir. Sementara, para pegawai di rumah makan tersebut sibuk mengupayakan agar air tidak merembes ketempat lain.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, H. Jumadi, S.Pd.I ketika diminta tanggapannya terkait kondisi Jalan di Kota Medan yang masih terendam banjir, mengatakan banjir yang masih terjadi di sebabkan kurang terencana dengan baiknya drainase yang telah dikerjakan, dan pengorekan drainase yang dilakukan diduga tidak di sesuaikan dengan kondisi struktur tanah.

”Sayangnya pemerintah telah mengeluarkan anggaran besar untuk proyek perbaikan drainase tersebut, namun tetap tidak mampu mengatasi permasalahan banjir,” ujar politisi dari partai PKS Kota Medan ini.

Tambahnya,  para pekerja perbaikan drainase diduga hanya mengerjakan sesuai pesanan pemborong, tanpa memperhatikan fungsi dan kebutuhan drainase dilokasi tersebut sehingga, seolah hanya memburu menyelesaikan proyek.

Sebenarnya, kata Jumadi, langkah yang tepat untuk menghindari kebanjiran adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Sebagus apapun drainase itu dibuat, jika kesadaran masyarakat untuk membuang sampah belum ada, maka tetap saja permasalahan banjir tidak akan dapat teratasi. Memang, kita lihat banyak pengorekan drainase itu belum tersambung dengan baik sampai ke bibir sungai, sehingga air yang mengalir didalam drainase tidak lancar, belum lagi sampah yang ada didalamnya,” tandasnya. (*)


Laporan: Naga

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*