Pemuda Muhammadiyah Medan: Konflik Jangan Membesar, Sumut Harus Kondusif

Datuk Imam Marzuki, MA

KABARHUKUM-Medan | Sumatera Utara terkhusus Ibukotanya Medan adalah kota multikultural. Di sisi lain, jangan sampai pluralisme yang ada ini dimanfaatkan oleh oknum untuk mengganggu keamanan. Ketegangan yang terjadi baru-baru ini harus segera diredakan.

“Para pemangku kebijakan baik gubernur dan walikota harus cepat mengambil inisiatif dan mengantisipasi konflik ini agar jangan sampai besar,” ungkap Sekretaris Umum Pemuda Muhammadiyah Medan, Datuk Imam Marzuki MA.

Harapan ini dikemukakan terkait bentrok yang terjadi antar ormas kepemudaan di Kota Medan belum lama ini.




Menurut Imam, sekat-sekat kepentingan elit jangan berimbas ke rakyat. “Selesaikan secara bijak dan dewasa. Organisasi kepemudaan juga jangan mudah terpancing,” tambah Imam.

Seperti diketahui, pihak Kepolisian juga sudah menangkap beberapa pelaku terkait peristiwa tersebut. “Kita serahkan kepada penegak hukum. Keragaman yang dimiliki warga Kota Medan,” kata Datuk, “sudah selayaknya dijadikan kekuatan untuk membangun kota.

“Dengan begitu ketenteraman di Kota Medan dapat terjaga. Karena ini pusat ibu kota Sumatera Utara. Dalam ingatan kita banyak potensi konflik terjadi karena dekat dengan perhelatan politik, seperti pemilu nanti. Maka kita sarankan para elit politik gunakan dengan cara-cara politik elegan. Jangan membawa-bawa OKP maupun masyarakat umum untuk ikut dalam konflik ini,” harap Imam.

Imam juga mengharap elit di Sumut jangan coba menggoyang ketertiban masyarakat dengan menggoreng isu-isu politik. “Kami kelompok pemuda sudah faham konflik apapun yang pernah terjadi di Sumut dahulu murni karena kepentingan elit politik. Bukan karena agama dan suku budaya,” tegas Imam. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*