Kasus Penganiayaan Ustadz, GNPF Sumut: Tegakkan Hukum Seadil-adilnya !

Ustadz Nursarianto, korban penganiayaan.

KABARHUKUM-Medan | Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumatera Utara (Sumut) II menyatakan keprihatinan dan kemarahannya terhadap  penganiayaan yang menimpa Ustadz Nursarianto.

Ketua GNPF Ulama Sumut II Ustadz Heriansyah menilai, bahwa ulah pelaku penganiayaanguru madrasah di Medan itu terjadi karena arogansi kelompok etnis tertentu.

Ia mengungkapkan, penganiayaan yang dilakukan kelompok etnis tertentu tersebut bukan pertama kali terjadi. Ada beberapa kali dilakukan, namun tidak ada proses hukum. Dia mencontohkan kasus pemukulan terhadap satu anggota TNI di Medan beberapa waktu lalu, yang juga dilakukan etnis tersebut namun tidak ada tindak lanjutnya.

“Ini akan terus terjadi, kasus pemukulan yang korbannya anggota TNI saja tidak ada proses hukumnya, apa lagi masyarakat biasa. Ini akan terus berulang, sampai umat Islam tak berdaya dan semakin lemah,” ujarnya Jumat (8/2/2019)

Ditegaskannya, Nursarianto merupakan seorang ulama dan tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan-kegiatan Islam. Karena itu, lanjut Ustad Heriansyah, pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Kita prihatin, miris, bahkan marah mendengar kasus ini. Di negara lain saja, jika ada tokoh masyarakat yang disakiti seperti itu, orang akan bereaksi. Apa lagi yang melakukan adalah orang pendatang. Maka akan langsung muncul ke permukaan berbagai polemik yang diangkat ke publik, bahkan langsung menjadi isu SARA,” bebernya.

Lanjut Heriansyah, GNPF Ulama Sumut II menyerahkan proses hukum terduga penganiayaan guru madrasah di Medan kepada petugas kepolisian. Dia mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus tersebut.

“Ini sedang dalam proses, kita tunggu dulu. Kita berharap kasusnya cepat diproses serta proporsional. Tegakkan hukum seadil-adilnya. Kasus ini jangan diulur-ulur lagi, karena ini layaknya seperti api dalam sekam, tinggal tunggu meledaknya. Jangan sampai memancing kemarahan umat Islam,” tegasnya.

Jika kasus ini tidak segera diproses, lanjutnya, dikhawatirkan umat akan bertindak dan bergerak melakukan protes secara besar-besaran. “Sudah cukup-cukup umat Islam ini terzalimi. Kita jadi komunitas yang paling lemah di negeri ini, sehingga kerap menjadi korban,” sebutnya. (*)


Laporan: Ali Si Naga

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*