Indonesia Berkemajuan Hadirkan Kepemimpinan Profetik

Loah Design

KABARHUKUM-Jakarta | Indonesia Berkemajuan adalah suatu pemikiran yang mendasar dan mengandung rekonstruksi yang bermakna dalam kehidupan kebangsaan bagi terwujudnya cita-cita Negara dan bangsa yang maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat sejajr dengan bangsa dan negara lain yang telah mencapai keunggulan.

Demikian disampaikan Auliya Khasanofa, Sekjen Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (MAHUTAMA) pada acara deklarasi MAHUTAMA di Gedung PP Muhammadiyah (01/03/2019).

“Indonesia yang berkemajuan merupakan aktualisasi dari cita-cita Proklamasi dan tujuan pembentukan Pemerintahan Negara Indonesia. Sebagaimana dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, cita-cita Proklamasi adalah terbentuknya Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujarnya.




Sedangkan tujuan dibentuknya Pemerintahan Negara Indonesia adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Lebih lanjut Auliya mengutarakan,  bahwa Konsep Indonesia Berkemajuan memiliki semangat yang sama dengan ungkapan “memajukan kesejahteraan umum” yang memiliki nilai kebaikan, keadilan, kemakmuran dan keberadaban.

Auliya Khasanofa, Sekjen MAHUTAMA

“Berkemajuan mengandung arti proses dan sekaligus tujuan yang bersifat ideal untuk mencapai kondisi unggul. KH Ahmad Dahlan sebagai pahlawan nasional berpesan kepada para muridnya agar menjadi manusia yang berkemajuan, yaitu manusia yang senantiasa mengikuti ajaran agama dan sejalan dengan kehendak (perkembangan) jaman,” tuturnya.

Sementara Soekarno, kata Auliya, sebagai tokoh penting pergerakan nasional, berpendapat bahwa umat Islam akan tumbuh menjadi golongan yang maju apabila bersedia berpikir rasional, bersikap tidak kolot, serta mampu menangkap api Islam yang sebenar-benarnya.

Menurut Auliya yang juga merupakan Wakil Dekan I UMT ini, Indonesia Berkemajuan memiliki beberapa dimensi. Pertama, berkemajuan dalam semangat, alam pikir, perilaku dan senantiasa berorientasi ke masa depan. Kedua, berkemajuan untuk mewujudkan kondisi yang lebih baik dalam kehidupan materiil dan spiritual. Ketiga, berkemajuan untuk menjadi unggul di berbagai bidang dalam pergaulan dengan bangsa lain.

“Indonesia berkemajuan merupakan keharusan demi terwujudunya tatanan kebangsaan yang merdeka, adil, makmur, damai , berkemanusiaan, bermartabat dan berdaulat,” tegasnya.

Auliya juga menjelaskan, Indonesia berkemajuan menghadirkan kepemimpinan profetik yang dalam firman Allah Surat Ali Imran 110 merupakan landasan atau inspirasi teologis kepemimpinan profetik. Menurutnya ada tiga nilai penting, yakni Humanisasi ta’muruna bil ma’ruf, Liberasi tanhauna anil munkar dan Transendensi  tu’minuna billahi.

Sebagai implementasinya, kata Auliya, nilai humanisasi memanusiakan manusia, liberasi berarti menghapuskan diskriminasi dan ketidakadilan. Sedangkan transendensi adalah kesadaran untuk menghadirkan Tuhan dalam setiap perilaku sehari-hari.

“Kepemimpinan profetik ini harus diupayakan dan diperjuangkan salah satu peluangnya menghadirkannya melalui pemilu jujur dan adil hingga tercapai Indonesia berkemajuan sebagaimana yang diharapkan bersama,” pungkas Auliya.

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*