MK Mungkin Cepat Putuskan Uji Materi UU Pemilu

Suasana sidang di Mahkamah Konstitusi.

KABARHUKUM-Jakarta | Mahkamah Konstitusi (MK) kemungkinan akan cepat memutuskan uji materi terhadap UU Pemilu No 7 Tahun 2017. Itu kalau hakim yang menggelar perkara uji materi itu memutuskan urgensi perkara tersebut.

Menurut Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK), Fajar Laksono, mengatakan, suatu putusan yang cepat tergantung pada permohonan dan keyakinan hakim MK dalam memandang urgensi dari uji materi itu. “Kalau memang oleh hakim bisa diyakinkan ini harus cepat dan kemudian ada kesepahaman antara hakim dan pemohon untuk diputus segara, apalagi itu agenda nasional yang sangat terkait dengan pelaksanaan hak konstitusional pemilih. Itu bisa dipastikan segera putus,” ujar Fajar Laksono di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).




Pemilu 2019 memang akan digelar April mendatang atau kurang lebih satu bulan lagi. MK sendiri pernah memutuskan perkara uji materi secara cepat. Hal itu terjadi pada 2009 lalu. Saat itu, MK memutus perkara Nomor 102 Tahun 2009 yang membolehkan warga negara untuk bisa mencoblos menggunakan KTP.

Menurut Fajar, saat itu hakim MK meyakini uji materi tersebut sangat mendesak untuk segera diputuskan. Sebab, hal itu terkait hak konstitusional warga negara dalam memilih. “Kalau kemungkinan pasti ada. Karena itu, putusan 102 tahun 2009 itu berdasarkan pertimbangan MK melihat bahwa ada persoalan besar,” jelas Fajar.

Sebelumnya, sejumlah pihak melakukan uji materi terhadap UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Uji materi ini dilakukan demi menyelamatkan hak suara pemilih pada Pemilu 2019. Kuasa Hukum Para Pemohon, Denny Indrayana, mengatakan uji materi UU Pemilu ini diajukan oleh tujuh pihak pemohon. Mereka adalah Perludem, Pendiri Netgrit Hadar Nafis Gumay, Direktur Pusako Universitas Andalas Fery Amsari, Warga Binaan Augus Hendy dan A. Murogi Bin Sabar serta karyawan swasta Muhamad Nurul Huda dan Sutrisno.

“Kami sudah mendaftarkan permohonan uji konstitusionalitas untuk UU Pemilu. Permohonan ini tujuan utamanya adalah menyelamatkan suara rakyat pemilih,” ujar Denny usai mendaftarkan uji materi di Gedung MK, Selasa (5/3/2019) kemarin. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*