Go-Jek Terapkan Sistem Baru, Pengemudi Sulit Dapat Orderan

KABARHUKUM-Medan | PT GO–Jek Indonesia  (PTGI) menerapkan sistem baru yang berimbas kepada driver (pengemudi) kesulitan dalam mendapatkan order (pesanan).

Nanda Rambe, driver yang biasanya mangkal di sekitar Lapangan Merdeka Medan mengaku hanya mendapatkan tiga sampai enam kali order terhitung dari jam delapan pagi sampai jam delapan malam. “Payah kali sekarang bang, karena sistem baru yang dibikin menejemen Go Jek. Dulu dari jam delapan pagi sampai dengan jam delapan malam, bisa dapat 15 kali order, sekarang Cuma tiga  kali orderan paling banyak 6 kali orderan, sampai mengantuk menunggunya, “ ujarnya, Sabtu (16/3/2019).

Sementara itu, driver Go Jek Rindanda Auliardo mengalami nasib yang sama. Sebelumnya Rinanda mengira bahwa hanya dirinya sendiri yang mengalami kesulitan mendapatkan orderan, ia hanya berprasangka baik bahwa kompetitor Go Jek yaitu GRAB sedang melakukan promo tarif murah.

“Aku kira aku aja yang payah mendapat order, karena kudengar GRAB sedang promo ongkos murah, rupanya  Go Jek yang menerapkan  sistem baru, Go Jek mau untung sendiri nampaknya “ ungkapnya.

VP Corporate Affairs GO-JEK, Michael Reza, mengatakan terkait sistem alokasi (penghapusan order prioritas) GO-JEK berkomitmen untuk terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan mitra driver dalam bekerja. Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya telah menerapkan sistem alokasi order yang baru.

“Pada sistem yang baru ini, kedekatan dengan titik lokasi bukanlah satu-satunya parameter dalam pembagian order. Order yang dibuat oleh konsumen akan disebarkan kepada mitra yang berada pada radius tertentu. Kemudian, mitra yang paling rajin (tidak pilih-pilih order), punya rating tinggi, berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut,” jelasnya.

Melalui sistem yang baru ini, ia berharap jumlah mitra driver yang berbuat curang menggunakan Fake GPS dapat berkurang. Sistem baru ini secara tidak langsung membuat pengguna mendapat kualitas pelayanan yang lebih baik. (*).


Laporan: Rony Djambak

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*