Abdul Hakim Siagian: Fitnah Keji Terhadap UAS Tidak Bisa Dibenarkan

Abdul Hakim Siagian bersama Ustadz Abdul Somad.

KABARHUKUM-Medan | Baru-baru ini da’i kondang Ustadz Abdul Somad (UAS)  menjadi sasaran fitnah yang begitu keji dan brutal melalui media sosial. Sampai hari ini, teror fitnah yang dilakukan orang yang tidak bertanggungjawab ini masih jadi  perhatian publik.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (PWM Sumut) Dr Abdul Hakim Siagian SH MHum (AHS) sangat menyesalkan fitnah yang dilancarkan kepada ulama zuhud  kelahiran Sumut itu.

“Apapun alasan dan motifnya, fitnah terhadap  Ustadz Abdul Somad tidak bisa ditolerir dan dibenarkan,” ujar AHS di Medan, Senin (15/4/2019)

Kendati UAS sendiri sudah mengungkapkan bahwa dia meyerahkan semuanya kepada Allah SWT atas fitnah yang dialaminya, namun AHS menghimbau agar aparat penegak hukum tetap mengusut kasus ini demi tegaknya keadilan hukum di tengah-tengah masyarakat.

“Penegak hukum harus segera mengusut tuntas otak intelektual di balik fitnah keji yang ditujukan kepada Ustadz Abdul Somad,” tegasnya.

Seperti diketahui, Fitnah kepada Abdul Somad muncul dari twit sematan di akun @saiddidu milik mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, yang dikabarkan telah diretas orang tidak bertanggung jawab.

Disebutkan peretas dalam akun tersebut, Ustaz Abdul Somad atau UAS mendapat hadiah rumah dari Prabowo yang terletak di Dusun Rimbo Panjang, Kecematan Tambang, Kabupaten Kampar Riau. Rumah itu disebut sebagai imbalan kepada UAS untuk mendukung Prabowo.

Seperti diketahui, sebelum diserang fitnah, UAS  memang membuat langkah yang cukup mengejutkan publik. Dia bertemu dan berdialog dengan calon presiden Prabowo Subianto.

Pada kesempatan itu, UAS menyampaikan dukungan kepada Prabowo. Dia juga menyampaikan dua permintaan yang memiliki makna tinggi dalam kapasitasnya sebagai seorang ulama.

“Kalau Bapak duduk jadi presiden, terkait dengan saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan undang saya datang ke istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan. Karena memang saya dari awal di sana. Saya orang kampung, dari hutan ke hutan,” kata Somad dikutip dari video tvOne, Kamis malam, 11 April 2019.

Tidak lama setelah peristiwa pertemuan dengan Prabowo itulah UAS kemudian mendapat serangan teror fitnah.

Terlepas apapun kondisi dan pilihan politik, AHS menegaskan fitnah kepada ulama seperti UAS yang dikenal ramah dan menyatukan perbedaan itu tidaklah bisa dibenarkan.

“Fitnah yang ditujukan kepada beliau selalu tokoh agama jelas telah  mencederai nilai-nilai Pancasila dan demokrasi kita,” sebutnya. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*