UMSU Dukung Program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN)

Rektor UMSU Dr Agussani MAP saat sosialisasi GPN di UMSU.

KABARHUKUM-Medan | Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendukung sepenuhnya program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang belakangan ini gencar dikampanyekan oleh Bank Indonesia (BI).

Demikian dinyatakan Rektor UMSU Dr Agussani MAP ketika memberikan sambutan pada acara Sosialisasi GPN di Aula Kampus UMSU, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan, Senin (29/4/2019).




Kegiatan Sosialisasi GPN ini terselenggara atas kerjasama BI dengan Bank Mandiri Syariah sebagai bank mitra yang sudah bekerjasama dengan UMSU sejak tahun 2012.

Hadir dalam kegiatan ini Irwan Daud (Asisten Direktur Departemen Elektronik dan GPN Bank Indonesia), Andiwiana Septonarwanto (Direktur BI Perwakilan Sumut), dan Ahmad Zailani (Region Head Sumatera I Medan Bank Syariah Mandiri). Hadir juga puluhan relawan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sumut dan sekitar 500 mahasiswa UMSU.

Agussani mengatakan, keberadaan BI sudah tidak asing lagi bagi UMSU. Sudah sejak lama UMSU menjalin kerjaama dengan BI, terutama terkait Tri Darma Perguruan Tinggi, yang mencakup pengembangan akademik, penelitian, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengabdian masyarakat. “Dan hasil yang berkesan dari kerjasama yang selama ini telah terjalin adalah terpilihnya BI Corner Perpustakaan UMSU sebagai BI Corner terbaik di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap kedepan kerjasama ini akan terus berlanjut dan terus dikembangkan lagi, sehingga memberi kemanfaatan dan kemaslahatan kepada keduabelah pihak.

Terlebih lagi sejak tanggal 16 Maaret 2019 yang lalu, UMSU telah meraih Akreditasi “A” dari BAN-PT. Hal ini menjadikan UMSU sebagai satu-satunya PTS yang Terakreditasi A di Sumatera. Dan di tingkat nasional UMSU merupakan satu dari dua PTS yang meraih Akreditasi A.

“Dengan capaian ini kita berharap BI mempunyai pertimbangan tersendiri terhadap UMSU untuk memberikan perhatian yang proporsional, terutama dalam hal pengembangan kerjasama. Misalnya, kalau nantinya ada program beasiswa dari BI, mudah-mudahan mahasiswa UMSU bisa diakomodir,” harapnya.

Selain itu, ia juga meminta BI agar mau memperhatikan karya-karya inovasi akademik dari mahasiswa-mahasiswa UMSU yang selama belum bisa dimanfaatkan dan didayagunaka dikarenakan belum adanya program kerjasama dengan pemerintah. “Jika nantinya kita bisa bersinergi dengan BI terkait hal ini, tentunya ini adalah sebuah bentuk kerjasama yang sangat kita apresiasi,” katanya.

Sementara itu, Asisten Direktur Departemen Elektronik dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Bank Indonesia Irwan Daud dalam sambutannya memaparkan sejumlah manfaat GPN kepada seluruh lapisan masyarakat.

“GPN merupakan sistem yang mengintegrasikan berbagai kanal pembayaran yang memfasilitasi transaksi elektronik,” katanya.

Dengan interkoneksi dan interoperabilitas, lanjut dia, maka GPN memungkinkan transaksi elektronik dapat digunakan seluruh masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan transaksi elektronik yang aman, berkualitas, dan efisien.

“Tujuan diluncurkannya GPN untuk menyatukan berbagai sistem pembayaran dari berbagai bank yang berbeda, sehingga tidak ada lagi sistem pembayaran eksklusif milik satu bank saja dan hal itu akan memudahkan para nasabah bertransaksi di manapun,” tuturnya.

Irwan menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir ketika melakukan transaksi melalui GPN karena keamanannya akan terjamin. “Semua transaksi dari awal sampai akhir terbungkus dengan keamanan yang mumpuni,” tegasnya.

Selain itu, Irwan melanjutkan pada tahun 2021 – 2022 seluruh infrastruktur GBN sudah dapat dibangun sesuai rencana. “Untuk target tahun ini adalah perluasan debit, karena debit di akhir Desember (tahun lalu, Red) sudah terimplementasi dan sekarang kami tinggal bangun penguatan kelembagaan,” katanya.

Perlu diketahui bahwa GBN yang pertama kali diluncurkan pada akhir tahun 2017 lalu merupakan terobosan baru dari BI selaku bank sentral untuk mempermudah transaksi pembayaran yang dilakukan oleh para nasabah bank. Salah satu manfaat diberlakukannya GBN tersebut, para nasabah bank tertentu dapat melakukan transaksi di mesin ATM milik bank manapun, seperti penarikan dan cek saldo tanpa dikenai tarif tambahan yang selama ini masih dirasakan nasabah bank.

Tidak hanya dapat melakukan transaksi di mesin ATM yang berbeda, para nasabah bank tertentu juga dapat melakukan transaksi di perangkat electronic data capture (EDC) mana saja.

Hal lain yang penting diketahui, GPN punya prinsip yang sama dengan kartu ATM internasional dengan adanya logo Visa atau MasterCard. Yang membedakan, transaksi GPN hanya berlaku di wilayah Indonesia dengan adanya logo GPN berupa burung garuda di kartu ATM, mesin-mesin ATM, dan perangkat EDC. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*